Sabtu, 02 Juni 2012

pengejar angin ツ

Film Pengejar Angin yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan disutradarai oleh Mathias Muchus, Wanda Hamidah, Lukman Sardi, Agus Kuncoro, Qausar Harta Yudana dan Siti Helda Meilitatersebut menceritakan seorang remaja bernama DAPUNTA berumur 18 tahun yang tinggal di sebuah kampung di daerah Lahat Sumatera Selatan dan yang sebentar lagi akan lulus SMA dan harus menentukan ke mana masa depannya harus melangkah

Ibu Dapunta (Bunda), sebenarnya sangat ingin agar Dapunta yang cerdas, melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah, tapi sang Ayah menentangnya karena lebih menginginkan Dapunta yang dikenal sebagai pengejar angin (julukan bagi pelari tercepat di kampung itu) untuk melanjutkan jejaknya sebagai pemimpin dari para bajing loncat di Kampung mereka

Suatu hari, Dapunta memberanikan diri untuk mengatakan kepada ayahnya bahwa ia mempunyai mimpi dan untuk mewujudkan mimpinya tersebut, ia harus kuliah dengan cara apapun

Dibantu oleh Nyimas (cinta pertamanya), Pak Damar (seorang guru muda berbakat yang melihat potensi yang tak terbatas dari Dapunta) dan juga Husni (sahabatnya), Dapunta pun mulai mengejar mimpinya, namun sayangnya itu semua tidak mudah, karena selain kenyataan bahwa ia adalah anak seorang bajing loncat yang kemudian membuat ia dibenci oleh teman sekolahnya, ia pun juga harus berhadapan dengan Jusuf, lawan sejatinya

Sejak awal Jusuf yang juga sama cerdas dan berbakat dengan Dapunta memang sudah membenci Dapunta, karena ia tidak menyukai kenyataan bahwa ada orang lain di sekolah itu yang mampu menandingi kecerdasannya. Itulah sebabnya Jusuf dengan sekuat tenaga mencoba untuk membuat hidup Dapunta menjadi sulit. Belum lagi kepala sekolah yang tidak simpatik dan tidak peduli dengan potensi murid-muridnya pun membuat mimpi Dapunta semakin penuh dengan rintangan

Namun Dapunta tidak menyerah, apalagi ketika Ferdy (teman lama Pak Damar yang juga seorang pelatih lari nasional dari Jakarta) melihat bakat Dapunta yang sesungguhnya, sehingga pemuda berjuluk "pengejar angin" ini pun akhirnya menemukan jalan lain menuju mimpinya. Ia bisa berlari, berlari dan berlari demi menggapai mimpinya dan bakatnya yang luar biasa tersebut bisa membawa Dapunta kemana pun ia inginkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 02 Juni 2012

pengejar angin ツ

Film Pengejar Angin yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan disutradarai oleh Mathias Muchus, Wanda Hamidah, Lukman Sardi, Agus Kuncoro, Qausar Harta Yudana dan Siti Helda Meilitatersebut menceritakan seorang remaja bernama DAPUNTA berumur 18 tahun yang tinggal di sebuah kampung di daerah Lahat Sumatera Selatan dan yang sebentar lagi akan lulus SMA dan harus menentukan ke mana masa depannya harus melangkah

Ibu Dapunta (Bunda), sebenarnya sangat ingin agar Dapunta yang cerdas, melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah, tapi sang Ayah menentangnya karena lebih menginginkan Dapunta yang dikenal sebagai pengejar angin (julukan bagi pelari tercepat di kampung itu) untuk melanjutkan jejaknya sebagai pemimpin dari para bajing loncat di Kampung mereka

Suatu hari, Dapunta memberanikan diri untuk mengatakan kepada ayahnya bahwa ia mempunyai mimpi dan untuk mewujudkan mimpinya tersebut, ia harus kuliah dengan cara apapun

Dibantu oleh Nyimas (cinta pertamanya), Pak Damar (seorang guru muda berbakat yang melihat potensi yang tak terbatas dari Dapunta) dan juga Husni (sahabatnya), Dapunta pun mulai mengejar mimpinya, namun sayangnya itu semua tidak mudah, karena selain kenyataan bahwa ia adalah anak seorang bajing loncat yang kemudian membuat ia dibenci oleh teman sekolahnya, ia pun juga harus berhadapan dengan Jusuf, lawan sejatinya

Sejak awal Jusuf yang juga sama cerdas dan berbakat dengan Dapunta memang sudah membenci Dapunta, karena ia tidak menyukai kenyataan bahwa ada orang lain di sekolah itu yang mampu menandingi kecerdasannya. Itulah sebabnya Jusuf dengan sekuat tenaga mencoba untuk membuat hidup Dapunta menjadi sulit. Belum lagi kepala sekolah yang tidak simpatik dan tidak peduli dengan potensi murid-muridnya pun membuat mimpi Dapunta semakin penuh dengan rintangan

Namun Dapunta tidak menyerah, apalagi ketika Ferdy (teman lama Pak Damar yang juga seorang pelatih lari nasional dari Jakarta) melihat bakat Dapunta yang sesungguhnya, sehingga pemuda berjuluk "pengejar angin" ini pun akhirnya menemukan jalan lain menuju mimpinya. Ia bisa berlari, berlari dan berlari demi menggapai mimpinya dan bakatnya yang luar biasa tersebut bisa membawa Dapunta kemana pun ia inginkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar